Home Film Terbaru Rekomendasi Film Komedi Indonesia Terbaik, Dijamin Bikin Ngakak
Film Terbaru

Rekomendasi Film Komedi Indonesia Terbaik, Dijamin Bikin Ngakak

Rekomendasi Film Komedi Indonesia Terbaik, Dijamin Bikin Ngakak – Kalau bicara industri film Indonesia, tidak ada kematian. Film Indonesia dulu identik dengan nuansa horor Susanna di era 1980-an, namun mulai berubah di tahun 2010-an. Beberapa perusahaan produksi ternama telah merilis film-film Indonesia yang berkualitas dan menarik untuk ditonton.

Rekomendasi Film Komedi Indonesia Terbaik

Hasilnya bisa ditebak. Saat ini, permintaan akan beberapa film Indonesia yang Lucu semakin meningkat. Beberapa di antaranya bahkan memecahkan rekor jumlah penonton terbesar. Selain cerita yang Lucu, teknologi pengambilan gambar juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan permintaan film komedi Indonesia di pasaran. Di antara berbagai genre yang ada, tidak ada yang bisa dibandingkan dengan popularitas film komedi yang semakin dinikmati anak muda.

Jika Anda masih bingung dengan film komedi Indonesia terbaik sepanjang masa, Anda bisa menelusuri kompilasi judulnya di bawah ini. Cek langsung komentar satu per satu, pasti bikin ketawa.

1.Toko Barang Mantan

Film Lucu pertama di Indonesia disebut Toko Barang Qian. Bioskop baru ini sudah tidak kuno lagi, dan harus dimasukkan sebagai tontonan wajib pada Sabtu malam. Selain menampilkan komedi, judul ini juga menyampaikan pesan terkait ketulusan cinta.

Bintang film Indonesia yang menarik ini memerankan Tristan (Reza Rahardian), pemilik bekas toko barang dagangan, yang menjual toko khusus barang bekas. Sepanjang film, Tristan harus terus berjuang secara teknis untuk mempertahankan tokonya. Dalam perjalanan, dia bertemu dengan mantan istrinya Laura (Marsha Timothy).

Sebagai pemeran papan atas di Indonesia, hal ini tidak membuat Reza Rahardian mudah memerankan peran Tristan, dan Tristan sangat berbeda dengan peran yang ia mainkan sebelumnya. Buat yang mau tertawa lepas, nonton film lucu Indonesia ini bagus banget. Ini dapat dilakukan melalui aplikasi pihak ketiga, Netflix, atau aplikasi streaming resmi lainnya.

2. Mangga Muda

Dibintangi oleh komedian Tora Sudiro, film Indonesia yang menarik ini sepertinya biasa-biasa saja. Singkat cerita, Tora Sudiro adalah seorang sopir taksi yang berusaha mengumpulkan makanan sebanyak mungkin untuk memenuhi keinginan istrinya yang sedang hamil. Bisakah Tora mematuhi semua aturan?

3.Temen Kondangan

Pertanyaan “Kapan kamu akan menikah?” Menginspirasi Iip Sariful Hanan selaku sutradara Temen Kondangan. Film ini bercerita tentang Putri (Prisia Nasuiton) yang mendapat undangan dari pendahulunya, Dheni (Samuel Rizal).

Karena identitasnya masih lajang, Putri berniat membatalkan identitas tersebut. Karena reputasinya, ia masih kesulitan mencari partner persewaan yang cocok, membuatnya terlihat seperti partner ketika bertemu dengan mantan suaminya. Pacar sewaan tidak berjalan sesuai rencana dan sebenarnya mengimbangi acara tersebut.

4.Yowis Ben 2

Sebagai sekuel kedua Yowis Ben, Yowis Ben 2 bisa dikatakan lintas budaya. Proses budidaya berlangsung di dua lokasi berbeda. Yakni, Kabupaten Malang yang bercirikan Jawa, dan Kabupaten Bandung yang memiliki cita rasa Sunda yang kental.

Film Indonesia menarik yang disutradarai oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak ini masih bercerita tentang Bayu yang diputuskan secara sepihak oleh Susan karena lebih memilih melanjutkan kuliah ke luar negeri. Limbung dan semua hal lain yang tidak dapat dipertahankan dari perjalanan cintanya, Bayu kemudian mengkonsolidasikan kekuatannya dan fokus pada pengembangan bandnya sendiri. Apakah misi Bayu dan kawan-kawan akan terwujud?

5. My Stupid Bos 2

Sekuel film dengan judul yang sama juga tak kalah menarik. Dalam sekuelnya, bioskop yang diperankan oleh Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari tidak lagi memperdulikan kehidupan kantor antara bos dan bawahannya. Dalam “My Stupid Bos 2”, film Indonesia menarik ini menceritakan perjalanan bos dan Diana.

Direktur dan stafnya melakukan perjalanan ke Vietnam untuk mencari calon karyawan. Sepanjang perjalanannya di Vietnam, Bossman tidak lagi memiliki karyawannya sendiri, tetapi sekali lagi berkinerja baik. Dia melakukan apapun yang dia inginkan dan menyebabkan kekacauan. Akibatnya, perilaku konyol ini justru merugikan karyawan dan perusahaan.

Author

publisher